Beranda » WISATA » Intip Keseruan Wisata dan Belanja di Kampung Batik Giriloyo!

Siapa yang kemana-mana suka pakai baju batik sebagai outfit andalan? Sebagai warga negara Indonesia, memang sudah seharusnya kita melestarikan warisan budaya yang satu ini. Apalagi, batik sudah  ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO. Kalau ingin mengenal lebih dalam tentang batik, Sahabat Batik bisa berkunjung ke Kampung Batik Giriloyoloh.

Kampung Batik Giriloyo adalah tempat wisata untuk belajar dan belanja batik di Yogyakarta. Lokasinya bertempat di Gazebo Wisata Giriloyo, Karang Kulon, Wukirsari, Kec. Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Di sana, Sahabat Batik bisa menemukan berbagai jenis motif batik, mulai dari motif batik klasik hingga modern.

Mengenal Tentang Kampung Batik Giriloyo

Kampung Batik Giriloyo merupakan sentra kerajinan batik tulis tertua di Bantul. Sebenarnya, sentra kerajinan batik ini sudah ada sejak tahun 1654 atau sejak zaman pemerintahan Sultan Agung dari Kerajaan Mataram. Dahulu, Sultan Agung menetapkan daerah perbukitan Imogiri sebagai area makam para raja.

Para abdi dalem pun diperintah untuk menjaga daerah tersebut. Selain bertugas menjaga makam, mereka juga membatik guna keperluan keraton. Nah, kegiatan membatik ini lah yang sampai sekarang masih dilestarikan oleh generasi penerus di kampung batik ini.

Walau sudah ada sejak tahun 1654, tetapi sentra kerajinan batik ini baru mulai bangkit kembali pada tahun 2004. Awalnya, para pengrajin batik masih menyetorkan kain mentahan ke Yogyakarta karena belum ada yang bisa mewarnai batik. Kemudian pada tahun 2004, para pengrajin pun memutuskan untuk mandiri dengan memulai mempelajari teknik pewarnaan.

Program belajar teknik pewarnaan ini dibimbing oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik di Yogyakarta, serta beberapa LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Setahun kemudian, para pengrajin mampu membuat dua kelompok pengrajin batik mandiri dengan membuat batik yang sudah diwarnai sendiri.

Namun sayangnya, gempa menghancurkan daerah ini pada tahun 2006. Hal ini membuat pengrajin mengalami kerugian hingga puluhan juta. Kemudian pada tahun 2007, para pengrajin mulai bangkit kembali. Hal ini ditandai dengan para pengrajin memproduksi selendang batik sepanjang 1.200 meter. Acara ini juga masuk ke Museum Rekor Indonesia (MURI).

Lalu lama-kelamaan, dibuatlah sebuah tempat berupa joglo-joglo yang digunakan sebagai workshop dan galeri batik. Biaya pembuatan tempat ini menggunakan dana yang berasal dari kas desa. Kemudian pada tahun 2008, joglo ini diresmikan sebagai Kampung Batik Giriloyo yang dikelola oleh paguyuban batik tulis.

Sampai saat ini, kampung batik ini telah memiliki 12 kelompok kecil pengrajin batik di tiga dusun, yaitu Giriloyo, Cengkehan, dan Karang Kulon. Kelompok-kelompok kecil pengrajin batik ini disatukan dalam sebuah perkumpulan, yaitu Paguyuban Batik Giriloyo. Kira-kira, ada sekitar 600 pengrajin yang ada di kampung batik ini.

Rata-rata, pengrajinnya adalah seorang ibu rumah tangga yang berusia 25 tahun hingga 75 tahun. Mengapa banyak sekali ibu rumah tangga yang menjadi pengrajin di sana? Pasalnya, membatik merupakan pekerjaan yang dapat dikerjakan di rumah. Tak perlu pergi jauh-jauh, mereka bisa bekerja sambil menjaga anak-anaknya.

Selain menjadi pengrajin, terkadang para ibu rumah tangga ini juga menjadi pemandu wisata di kampung batik ini. Pasalnya, banyak sekali wisatawan yang datang ke tempat ini. Ada yang hanya ingin melihat-lihat saja, ada juga yang ingin belajar membatik, dan ada pula yang ingin membeli batik di sana. Apakah Sahabat Batik tertarik mengunjungi tempat ini?

Ada Apa Saja di Kampung Batik Giriloyo?

Saking berharganya batik, sampai-sampai diakui oleh UNESCO sebagai budaya dunia pada tanggal 2 Oktober 2009, lohNah, untuk mengabadikan momen tersebut, maka setiap tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional. Lalu, sebenarnya apa sih makna dibalik batik yang menjadi warisan budaya ini?

Batik adalah kerajinan melukis di atas kain menggunakan canting. Batik mempunyai makna kehidupan manusia dari awal sampai akhir. Pasalnya, batik sering digunakan sebagai motif gendongan bayi yang memiliki arti keberuntungan. Sedangkan batik yang digunakan untuk orang yang meninggal dimaknai sebagai simbol berduka.

Selain itu, berbagai jenis motif batik juga memiliki filosofinya masing-masing. Seperti batik Sidoasih yang mengandung makna supaya selalu menanamkan rasa belas kasih. Ada juga batik Sidomukti yang mengandung harapan supaya bisa mencapai hidup yang mulia. Sedangkan batik Wahyu Tumurun mengandung arti mendapat petunjuk dari Tuhan. Dan masih banyak lagi.

Bagaimana? Apakah Sahabat Batik tertarik untuk mempelajari seluk beluk batik lebih dalam lagi? Jika iya, Sahabat Batik bisa mengunjungi Kampung Batik Giriloyo yang menjadi sentra kerajinan batik di Yogyakarta. Berikut berbagai fasilitas dan kegiatan yang bisa dicoba:

Kampung Batik Giriloyo

Kampung Batik Giriloyo

  1. Belajar Membatik

Di kampung batik ini menyediakan paket wisata belajar membatik. Biaya paket belajar membatik ini mulai dari Rp250.000,00 untuk lima orang. Paket ini merupakan pilihan paket terkecil. Biaya tersebut sudah termasuk peralatan, bahan, dan pengajar yang berpengalaman. Tak hanya itu, Sahabat Batik juga bisa membawa pulang hasil karya batik tadi setelah dijemur.

Biaya paket belajar membatik bisa lebih murah lagi, apabila Sahabat Batik datang bersama rombongan, loh. Misal, ada kurang lebih 200 peserta, biayanya bisa lebih murah. Paket untuk 6-10 orang, 11 sampai 25 orang, 26-40 orang, 41 sampai 249 orang dan 250 keatas. Paket belajar membatik juga bisa ditambah snack dan makan, dengan biaya tambahan.

Selain itu, tersedia juga paket membatik syal dengan panjang 100 centi meter dan lebar 15 cm serta paket taplak meja yang bisa dikerjakan oleh banyak peserta. Dengan belajar membatik, diharapkan dapat semakin menumbuhkan rasa cinta masyarakat Indonesia terhadap batik, menambah pengalaman, dan mengasah kreativitas.

  1. Mengunjungi Galeri Batik

Sambil menunggu hasil karya kain batik dijemur, Sahabat Batik juga bisa mengunjungi galeri batik. Galeri batik ini mengoleksi berbagai macam motif dan ukuran kain batik. Harga yang ditawarkan pun juga bermacam-macam, mulai dari Rp 500.000,00 hingga Rp3.000,000,00 tergantung motif, bahan, ukuran, dan proses pembuatannya.

Terdapat keunikan yang menjadi ciri khas kain batik Giriloyo, yaitu masih menggunakan bahan-bahan alami untuk proses pewarnaannya. Bahan-bahan yang digunakan yaitu secang, kunyit, daun jati, kulit kayu, dan lain-lain. Hal inilah yang membuat warna kain batik Giriloyo lebih awet. Namun, ada pula batik Giriloyo yang juga menggunakan pewarna sintetis.

Kebanyakan, motif batik Giriloyo adalah motif keraton yang halus. Pasalnya, motif ini menggambarkan suasana Mataraman (Jogja-Solo). Motif-motif yang tersedia di galeri antara lain Mega mendung, babon ngendog, parang, dan lain-lain. Daripada penasaran, yuk agendakan mengunjungi Kampung Batik Giriloyo bersama keluarga atau teman!

Wah, terdengar seru dan menyenangkan, bukan? Tak hanya sekedar wisata saja, tentunya Sahabat Batik juga akan mendapat banyak pengalaman dan pengetahuan di sana. Apabila Sahabat Batik tertarik untuk mengunjungi Kampung Batik Giriloyo atau sekedar membeli kain batik khas Giriloyo, silahkan mengunjungi website Batik Giriloyo untuk informasi lebih lanjut.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.